Pada suatu sore, ketika Abu Nawas sedang mengajar murid-muridnya. Ada
dua orang tamu datang ke rumahnya. Yang seorang adalah wanita tua
penjual kahwa, sedang satunya lagi adalah seorang pemuda berkebangsaan
Mesir.
Wanita tua itu berkata beberapa patah kata kemudian diteruskan dengan
si pemuda Mesir. Setelah mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas menyuruh
murid-muridnya menutup kitab mereka.
“Sekarang pulanglah kalian. Ajak teman-teman kalian datang kepadaku
pada malam hari ini sambil membawa cangkul, penggali, kapak dan martil
serta batu.”
Murid-murid Abu Nawas merasa heran, namun mereka begitu patuh kepada
Abu Nawas. Dan mereka merasa yakin gurunya selalu berada membuat kejutan
dan berada di pihak yang benar.
Pada malam harimya mereka datang ke rumah Abu Nawas dengan membawa peralatan yang diminta oleh Abu Nawas.
Berkata Abu Nawas,”Hai kalian semua! Pergilah malam hari ini untuk merusak Tuan Kadi yang baru jadi.”
“Hah? Merusak rumah Tuan Kadi?” gumam semua muridnya keheranan.
“Apa? Kalian jangan ragu. Laksanakan saja perintah gurumu ini!” kata
Abu Nawas menghapus keraguan murid-muridnya. Barangsiapa yang
mencegahmu, jangan kau perdulikan, terus pecahkan saja rumah Tuan Kadi
yang baru. Siapa yang bertanya, katakan saja aku yang menyuruh merusak.
Barangsiapa yang hendak melempar kalian, maka pukullah mereka dan
iemparilah dengan batu.”
Habis berkata demikian, murid-murid Abu Nawas bergerak ke arah Tuan
Kadi. Laksana demonstran mereka berteriak-teriak menghancurkan rumah
Tuan Kadi. Orang-orang kampung merasa heran melihat kelakukan mereka.
Lebih-lebih ketikatanpa basa-basi lagi mereka iangsung merusak rumah Tua
Kadi. Orang-orang
kampung itu berusaha mencegah perbuatan mereka, namun karena jumlah
murid-murid Abu Nawas terlalu banyak maka orang-orang kampung tak berani
mencegah.
Melihat banyak orang merusak rumahnya, Tuan Kadi segera keluar dan bertanya,”Siapa yang menyuruh kalian merusak rumahku?”
Murid-murid itu menjawab,”Guru kami Tuan Abu Nawas yang menyuruh kami!”
Habis menjawab begitu mereka bukannya berhenti malah terus
menghancurkan rumah Tuan Kadi hingga rumah itu roboh dan rata dengan
tanah.
Tuan Kadi hanya bisa marah-marah karena tidak orang yang berani
membelanya “Dasar Abu Nawas provokator, orang gila! Besok pagi aku akan
melaporkannya kepada Baginda.”
Benar, esok harinya Tuan Kadi mengadukan kejadian semalam sehingga Abu Nawas dipanggil menghadap Baginda.
Setelah Abu Nawas menghadap Baginda, ia ditanya. “Hai Abu Nawas apa sebabnya kau merusak rumah Kadi itu”
Abu Nawas menjawab,”Wahai Tuanku, sebabnya ialah pada suatu malam
hamba bermimpi, bahwasanya Tuan Kadi menyuruh hamba merusak rumahnya.
Sebab rumah itu tidak cocok baginya, ia menginginkan rumah yang lebih
bagus lagi.Ya, karena mimpi itu maka hamba merusak rumah Tuan Kadi.”
Baginda berkata,” Hai Abu Nawas, bolehkah hanya karena mimpi sebuah
perintah dilakukan? Hukum dari negeri mana yang kau pakai itu?”
Dengan tenang Abu Nawas menjawab,”Hamba juga memakai hukum Tuan Kadi yang baru ini Tuanku.”
Mendengar perkataan Abu Nawas seketika wajah Tuan Kadi menjadi pucat. la terdiam seribu bahasa.
“Hai Kadi benarkah kau mempunyai hukum seperti itu?” tanya Baginda.
Tapi Tuan Kadi tiada menjawab, wajahnya nampak pucat, tubuhnya gemetaran karena takut.
“Abu Nawas! Jangan membuatku pusing! Jelaskan kenapa ada peristiwa seperti ini !” perintah Baginda.
“Baiklah …… “Abu Nawas tetap tenang. “Baginda…. beberapa hari yang
lalu ada seorang pemuda Mesir datang ke negeri Baghdad ini untuk
berdagang sambil membawa harta yang banyak sekali. Pada suatu malam ia
bermimpi kawin dengan anak Tuan Kadi dengan mahar (mas kawin) sekian
banyak. Ini hanya mimpi Baginda. Tetapi Tuan Kadi yang mendengar kabar
itu langsung mendatangi si pemuda Mesir dan meminta mahar anaknya. Tentu
saja pemuda Mesir itu tak mau membayar mahar hanya karena mimpi. Nah,
di sinilah
terlihat arogansi Tuan Kadi, ia ternyata merampas semua harta benda
milik pemuda Mesir sehingga pemuda itu menjadi seorang pengemis
gelandangan dan akhirnya ditolong oleh wanita tua penjual kahwa.”
Baginda terkejut mendengar penuturan Abu Nawas, tapi masih belum
percaya seratus persen, maka ia memerintahkan Abu Nawas agar memanggil
si pemuda Mesir. Pemuda Mesir itu memang sengaja disuruh Abu Nawas
menunggu di depan istana, jadi mudah saja bagi Abu Nawas memanggil
pemuda itu ke hadapan Baginda.
Berkata Baginda Raja,”Hai anak Mesir ceritakanlah hal-ihwal dirimu sejak engkau datang ke negeri ini.”
Ternyata cerita pemuda Mesir itu sama dengan cerita Abu Nawas. Bahkan
pemuda itu juga membawa saksi yaitu Pak Tua pemilik tempat kost dia
menginap. “Kurang ajar! Ternyata aku telah mengangkat seorang Kadi yang
bejad moralnya.”
Baginda sangat murka. Kadi yang baru itu dipecat dan seluruh harta bendanya dirampas dan diberikan kepada si pemuda Mesir.
Setelah perkara selesai, kembalilah si pemuda Mesir itu dengan Abu
Nawas pulang ke rumahnya. Pemuda Mesir itu hendak membalas kebaikan Abu
Nawas.
Berkata Abu Nawas,”Janganlah engkau memberiku barang sesuatupun kepadaku. Aku tidak akan menerimanya sedikitpun jua.”
Pemuda Mesir itu betul-betul mengagumi Abu Nawas. Ketika ia kembali
ke negeri Mesir ia menceritakan tentang kehebatan Abu Nawas itu kepada
penduduk Mesir sehingga nama Abu Nawas menjadi sangat terkenal.
Hadits Qudsi
Allah
'Azza wajalla berfirman (Hadits Qudsi) :
"Hai
anak Adam, Aku menyuruhmu tetapi kamu berpaling, dan Aku melarangmu tetapi kamu
tidak mengindahkan, dan Aku menutup-nutupi (kesalahan-kesalahan)mu tetapi kamu
tambah berani, dan Aku membiarkanmu dan kamu tidak mempedulikan Aku.
Wahai
orang yang esok hari bila diseru oleh manusia akan menyambutnya, dan bila
diseru oleh Yang Maha Besar (Allah) dia berpaling dan mengesampingkan,
ketahuilah, apabila kamu minta Aku memberimu, jika kamu berdoa kepada-Ku Aku
kabulkan, dan apabila kamu sakit Aku sembuhkan, dan jika kamu berserah diri Aku
memberimu rezeki, dan jika kamu mendatangiKu Aku menerimamu, dan bila kamu bertaubat
Aku ampuni (dosa-dosa)mu, dan Aku Maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih."
(HR. Tirmidzi dan Al Hakim)
Tugas Yang Mustahil (Kisah Abu Nawas)
Abu Nawas belum kembali. Kata istrinya ia bersarna seorang Pendeta dan
seorang Ahli Yoga sedang melakukan pengembaraan suci. Padahal saat ini
Baginda amat membutuhkan bantuan Abu Nawas. Beberapa hari terakhir ini
Baginda merencanakan membangun istana di awang-awang. Karena sebagian dari raja-raja negeri sahabat telah membangun bangunan-bangunan yang luar
biasa.
Baginda tidak ingin menunggu Abu Nawas lebih lama lagi. Beliau mengutus
beberapa orang kepercayaannya untuk mencari Abu Nawas. Mereka tidak
berhasil menemukan Abu Nawas kerena Abu Nawas ternyata sudah berada di
rumah ketika mereka baru berangkat.
Abu Nawas menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid. Baginda amat riang.
Saking gembiranya beliau mengajak Abu Nawas bergurau. Setelah saling tukar
menukar cerita-cerita lucu, lalu Baginda mulai mengutarakan rencananya.
"Aku sangat ingin membangun istana di awang-awang agar aku Iebih terkenal di
antara raja-raja yang lain. Adakah kemungkinan keinginanku itu terwujud,
wahai Abu Nawas?"
"Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan di dunia ini Paduka yang mulia." kata
Abu Nawas berusaha mengikuti arah pembicaraan Baginda.
"Kalau menurut pendapatmu hal itu tidak mustahil diwujudkan maka aku
serahkan sepenuhnya tugas ini kepadamu." kata Baginda puas.
Abu Nawas terperanjat. la menyesal telah mengatakan kemungkinan
mewujudkan istana di awang-awang. Tetapi nasi telah menjadi bubur. Kata-kata
yang telah terlanjur didengar oleh Baginda tidak mungkin ditarik kembali.
Baginda memberi waktu Abu Nawas beberapa minggu. Rasanya tak ada yang
lebih berat bagi Abu Nawas kecuali tugas yang diembannya sekarang.
Jangankan membangun istana di langit, membangun sebuah gubuk kecil pun
sudah merupakan hal yang mustahil dikerjakan. Hanya Tuhan saja yang mampu
melakukannya. Begitu gumam Abu Nawas.
Hari-hari berlalu seperti biasa. Tak ada yang dikerjakan Abu Nawas kecuali
memikirkan bagaimana membuat Baginda merasa yakin kalau yang dibangun itu
benar-benar istana di langit. Seluruh ingatannya dikerahkan dan dihubung-hubungkan.
Abu Nawas bahkan berusaha menjangkau masa kanak-kanaknya.
Sampai ia ingat bahwa dulu ia pernah bermain layang-layang.
Dan inilah yang membuat Abu Nawas girang. Abu Nawas tidak menyia-nyiakan
waktu lagi. la bersama beberapa kawannya merancang layang-layang raksasa
berbentuk persegi empat. Setelah rampung baru Abu Nawas melukis pintu-pintu
serta jendela-jendela dan ornamen-ornamen lainnya.
Ketika semuanya selesai Abu Nawas dan kawan-kawannya menerbangkan
layang-layang raksasa itu dari suatu tempat yang dirahasiakan.
Begitu layang-layang raksasa berbentuk istana itu mengapung di angkasa,
penduduk negeri gempar.
Baginda Raja girang bukan kepalang. Benarkah Abu Nawas berhasil membangun
istana di langit? Dengan tidak sabar beliau didampingi beberapa orang
pengawal bergegas menemui Abu Nawas.
Abu Nawas berkata dengan bangga.
"Paduka yang mulia, istana pesanan Paduka telah rampung."
"Engkau benar-benar hebat wahai Abu Nawas." kata Baginda memuji Abu
Nawas.
"Terima kasih Baginda yang mulia." kata Abu Nawas "Lalu bagaimana caranya
aku ke sana?" tanya Baginda. "Dengan tambang, Paduka yang mulia." kata Abu
Nawas.
"Kalau begitu siapkan tambang itu sekarang. Aku ingin segera melihat istanaku
dari dekat." kata Baginda tidak sabar.
"Maafkan hamba Paduka yang mulia. Hamba kemarin lupa memasang tambang
itu. Sehingga seorang kawan hamba tertinggal di sana dan tidak bisa turun."
kata Abu Nawas. .
"Bagaimana dengan engkau sendiri Abu Nawas? Dengan apa engkau turun ke
bumi?" tanya Baginda.
"Dengan menggunakan sayap Paduka yang mulia." kata Abu Nawas dengan
bangga.
"Kalau begitu buatkan aku sayap supaya aku bisa terbang ke sana." kata
Baginda.
"Paduka yang mulia, sayap itu hanya bisa diciptakan dalam mimpi." kata Abu
Nawas menjelaskan.
"Engkau berani mengatakan aku gila sepertimu?" tanya Baginda sambil melotot.
"Ya, Baginda. Kurang lebih seperti itu." jawab Abu Nawas tangkas.
"Apa maksudmu?" tanya Baginda lagi.
"Baginda tahu bahwa membangun istana di awang-awang adalah pekerjaan
yang mustahil dilaksanakan. Tetapi Baginda tetap menyuruh hamba
mengerjakannya. Sedangkan hamba juga tahu bahwa pekerjaan itu mustahil
dikerjakan, Tetapi hamba tetap menyanggupi titah Baginda yang tidak masuk
akal itu." kata Abu Nawas berusaha meyakinkan Baginda.
Tanpa menoleh Baginda Raja kembali ke istana diiring para pengawalnya. Abu
Nawas berdiri sendirian sambi memandang ke atas melihat istana terapung di
awang-awang.
"Sebenarnya siapa diantara kita yang gila?" tanya Baginda mulai jengkel.
"Hamba kira kita berdua sama-sama tidak waras Tuanku." jawab Abu Nawas
tanpa ragu.
seorang Ahli Yoga sedang melakukan pengembaraan suci. Padahal saat ini
Baginda amat membutuhkan bantuan Abu Nawas. Beberapa hari terakhir ini
Baginda merencanakan membangun istana di awang-awang. Karena sebagian dari raja-raja negeri sahabat telah membangun bangunan-bangunan yang luar
biasa.
Baginda tidak ingin menunggu Abu Nawas lebih lama lagi. Beliau mengutus
beberapa orang kepercayaannya untuk mencari Abu Nawas. Mereka tidak
berhasil menemukan Abu Nawas kerena Abu Nawas ternyata sudah berada di
rumah ketika mereka baru berangkat.
Abu Nawas menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid. Baginda amat riang.
Saking gembiranya beliau mengajak Abu Nawas bergurau. Setelah saling tukar
menukar cerita-cerita lucu, lalu Baginda mulai mengutarakan rencananya.
"Aku sangat ingin membangun istana di awang-awang agar aku Iebih terkenal di
antara raja-raja yang lain. Adakah kemungkinan keinginanku itu terwujud,
wahai Abu Nawas?"
"Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan di dunia ini Paduka yang mulia." kata
Abu Nawas berusaha mengikuti arah pembicaraan Baginda.
"Kalau menurut pendapatmu hal itu tidak mustahil diwujudkan maka aku
serahkan sepenuhnya tugas ini kepadamu." kata Baginda puas.
Abu Nawas terperanjat. la menyesal telah mengatakan kemungkinan
mewujudkan istana di awang-awang. Tetapi nasi telah menjadi bubur. Kata-kata
yang telah terlanjur didengar oleh Baginda tidak mungkin ditarik kembali.
Baginda memberi waktu Abu Nawas beberapa minggu. Rasanya tak ada yang
lebih berat bagi Abu Nawas kecuali tugas yang diembannya sekarang.
Jangankan membangun istana di langit, membangun sebuah gubuk kecil pun
sudah merupakan hal yang mustahil dikerjakan. Hanya Tuhan saja yang mampu
melakukannya. Begitu gumam Abu Nawas.
Hari-hari berlalu seperti biasa. Tak ada yang dikerjakan Abu Nawas kecuali
memikirkan bagaimana membuat Baginda merasa yakin kalau yang dibangun itu
benar-benar istana di langit. Seluruh ingatannya dikerahkan dan dihubung-hubungkan.
Abu Nawas bahkan berusaha menjangkau masa kanak-kanaknya.
Sampai ia ingat bahwa dulu ia pernah bermain layang-layang.
Dan inilah yang membuat Abu Nawas girang. Abu Nawas tidak menyia-nyiakan
waktu lagi. la bersama beberapa kawannya merancang layang-layang raksasa
berbentuk persegi empat. Setelah rampung baru Abu Nawas melukis pintu-pintu
serta jendela-jendela dan ornamen-ornamen lainnya.
Ketika semuanya selesai Abu Nawas dan kawan-kawannya menerbangkan
layang-layang raksasa itu dari suatu tempat yang dirahasiakan.
Begitu layang-layang raksasa berbentuk istana itu mengapung di angkasa,
penduduk negeri gempar.
Baginda Raja girang bukan kepalang. Benarkah Abu Nawas berhasil membangun
istana di langit? Dengan tidak sabar beliau didampingi beberapa orang
pengawal bergegas menemui Abu Nawas.
Abu Nawas berkata dengan bangga.
"Paduka yang mulia, istana pesanan Paduka telah rampung."
"Engkau benar-benar hebat wahai Abu Nawas." kata Baginda memuji Abu
Nawas.
"Terima kasih Baginda yang mulia." kata Abu Nawas "Lalu bagaimana caranya
aku ke sana?" tanya Baginda. "Dengan tambang, Paduka yang mulia." kata Abu
Nawas.
"Kalau begitu siapkan tambang itu sekarang. Aku ingin segera melihat istanaku
dari dekat." kata Baginda tidak sabar.
"Maafkan hamba Paduka yang mulia. Hamba kemarin lupa memasang tambang
itu. Sehingga seorang kawan hamba tertinggal di sana dan tidak bisa turun."
kata Abu Nawas. .
"Bagaimana dengan engkau sendiri Abu Nawas? Dengan apa engkau turun ke
bumi?" tanya Baginda.
"Dengan menggunakan sayap Paduka yang mulia." kata Abu Nawas dengan
bangga.
"Kalau begitu buatkan aku sayap supaya aku bisa terbang ke sana." kata
Baginda.
"Paduka yang mulia, sayap itu hanya bisa diciptakan dalam mimpi." kata Abu
Nawas menjelaskan.
"Engkau berani mengatakan aku gila sepertimu?" tanya Baginda sambil melotot.
"Ya, Baginda. Kurang lebih seperti itu." jawab Abu Nawas tangkas.
"Apa maksudmu?" tanya Baginda lagi.
"Baginda tahu bahwa membangun istana di awang-awang adalah pekerjaan
yang mustahil dilaksanakan. Tetapi Baginda tetap menyuruh hamba
mengerjakannya. Sedangkan hamba juga tahu bahwa pekerjaan itu mustahil
dikerjakan, Tetapi hamba tetap menyanggupi titah Baginda yang tidak masuk
akal itu." kata Abu Nawas berusaha meyakinkan Baginda.
Tanpa menoleh Baginda Raja kembali ke istana diiring para pengawalnya. Abu
Nawas berdiri sendirian sambi memandang ke atas melihat istana terapung di
awang-awang.
"Sebenarnya siapa diantara kita yang gila?" tanya Baginda mulai jengkel.
"Hamba kira kita berdua sama-sama tidak waras Tuanku." jawab Abu Nawas
tanpa ragu.
Perjalanan Umroh (メッカへウムロをしに行った体験)
"Tahun ini saya harus Umroh!" begitulah keputusan saya saat ibu mengajak umroh. Awalnya sama sekali tidak ada niat kesana. Tapi berhubung banyak kondisi yang 'mengharuskan' untuk tidak melewatkan kesempatan ini, maka saya putuskanlah untuk berangkat.
Umur dan rezeki adalah dua hal yang menjadikan 'kesempatan' itu ada, dan mumpung saya punya dua-duanya, saya tidak ingin kesempatan ini terlewat begitu saja (kadangkala, meski berharap seperti apapun, 'kesempatan kedua' tidak akan datang untuk selamanya). Inginnya semua biaya dan akomodasi dsb. full dilunasi dari tabungan sendiri, tapi apa daya akhirnya dibantuin sana-sini karena tabungan tidak mencukupi hehe.
Setelah kesana-kemari mengurus passport dan tiket dan sebagainya, akhirnya tinggal menunggu dua minggu lagi untuk berangkat. Tapi tiba-tiba di hari itu, Kepala Sekolah dimana ibu mengajar datang dan menyampaikan bahwa Permohonan Cuti ibu tidak di Acc. Jadi ibu tinggal milih apakah membatalkan umroh ataukah tetap umroh tapi dengan menanggung segala resikonya. Setelah perbincangan panjang lebar, ditetapkanlah keputusan bahwa ibu tidak berangkat umroh sekarang. "W...What's? 뭐라고? 何? jadi... apakah saya akan berangkat sendiri?" begitu reaksi dalam hati saya pertama kali. 「メッカへハジやウムロをしに行くには、誘われる人と時間は神様が決めた」と聞いたことあるから、tapi saya juga pernah dengar bahwa "pergi haji atau umroh itu, Allah yang menentukan siapa yang diundang dan kapan waktunya." jadi pasrah saja lah...
Setelah bergamang-gamang ria, ternyata saya beruntung karena ibu mengusulkan untuk diganti oleh ayah dan travel yang mengurusnya mengijinkan, dengan beberapa persyaratan. わ~はじめからいろいろあったな。(T-T) Persyaratan lumayan banyak dgn waktu deadline yg sempit. Tapi dengan meningkatkan ikhtiar & tawakkal (digembongi oleh ayah utk mengurus segalanya) akhirnya jadilah kami terbang ke Jeddah diiringi basmallah, Bismillaahirrohmaanirrohiim....
Makkah (メッカー)
「着いたんだ!着いちゃった。神様、ノックノック!私だよ。」と心が叫びながら飛行機の窓から貴石のような「King Abdul Aziz」の空港の明かりをわくわく見た。これを見せてくれたありがとう。パイロットと乗組員の皆さん、お疲れ様でした。"Aku sampai! aku sudah sampai. Ya Allah, tok tok! aku sudah datang", sambil melihat lampu-lampu di bandara King Abdul Aziz yang terlihat seperti berlian dari jendela pesawat, hatiku berteriak senang. Untuk semua pilot dan kru pesawat, terima kasih banyak. Then, father told me to don't forget to pray with "Du'a When Arrived at Destination" :
"O Allah, give us the good of this country and the good of its people and protect us from the evil from this country and the evil of its people and from the evils of whatever is in it".
Do'a saat tiba di tempat tujuan :
"Ya Allah kami mohon kepada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan segala yang ada di dalamnya. Dan kami berlindung pada-Mu dari kejahatan negeri ini dan kejahatan penduduknya serta segala kejahatan yang ada di dalamnya."
Waktu menunjukkan sekitar pukul 11 malam waktu setempat dan perjalanan langsung diteruskan dengan pelaksanaan umroh. Selesai umroh kami menuju hotel untuk istirahat.
***************
Dari Mekkah kami laporkan secara langsung. Saat ini pukul 10 pagi dan cuaca sangat cerah dengan suhu 51℃. Bagi pemirsa yang akan keluar dari rumah dipersilakan untuk mempersiapkan alat perangnya! (hehe kidding...) ini cuma permisalan aja. Tapi untuk yang 51℃ itu ngga bohong loch pemirsa. Saat ini Arab sedang mengalami musim panas, seperti yang kita ketahui, daerah gurun itu kalau panas akan sangat panaaas sekali, kalau dingin bisa membekukan. Karena tiba disini ketika malam, lalu istirahat dan baru keluar saat matahari sedang garang2nya. Jadilah, begitu keluar, Ahh.... kulit tersengat seperti terbakar, wajah terasa kering, mata serasa udah meleleh (hehehe lebay.com), karena disini hawa dan anginnya mengandung panas, jadi ya cairan tubuh seperti airmata (air yang melapisi mata) juga langsung menguap sehingga mata terasa perih. Untuk kulit, padahal sudah pakai lotion, tapi ternyata tidak terlalu berpengaruh. (Alat perang saat musim panas : lotion, kacamata hitam, masker penutup hidung). 外へ出ると、肌が燃えて、顔がしわくちゃで、目が溶けちゃう気がするほど厚い。ボディーローションを使ったのに影響がなかなかないんだ。で、マスジディル.ハロームの縁側に着いたら、まず~い、ますます目が開けない。 <サングラスを売っている店はどこだ? 笑>。床が白いだから、たまらないほどまぶしくなるんだよ。神様、これも見せてくれて、この季節に誘ってくれてありがとうございます。これはきっと、あなたからのメッセージ。地獄はこれより何千倍厚い、罰はこれより苦しいこと。ツミをしないように、この暑さを覚えなきゃ。
Lalu, kami meneruskan perjalanan menuju Masjidil Harom untuk sholat Zuhur, sesampainya di halaman Masjid, dziiiiiing.... maasyaa Allah...... mata semakin tidak bisa terbuka... <yang jual kacamata item dimanaa.....? hehhe..> Lantai halaman masjid berwarna putih sehingga cahaya yang terpantul benar2 poll. Ya Allah, terima kasih untuk memperlihatkanku akan ini, terima kasih sudah mengundangku di musim ini. "Neraka adalah beribu kali lipat panasnya dari ini, jadi jika ingin berbuat dosa, ingatlah akan panas yang kau rasakan saat ini", mungkin ini pesan yang ingin Kau sampaikan padaku. Dan, begitu kami memasuki pintu masjid, angin sejuk bersliweran mengobati rasa susah di hati. Alhamdulillah. Again...this is Your message to us, to don't feel burdened, tired, indolent and lazy when we do Your commands. B'coz You have prepared the best presents ever, to who firmly walk on Your path.
そして、モスクのドアを通ると、エアコンから、とってもとっても涼しくて、気持ちいい風が吹いてる。また。。。私たちはあなたの道を通ることには、迷惑かけるとか、面倒くさく感じないで、誠実な心を持って、命令を実施することだ。神様は何より良くて、これより気持ちいいプレゼント <天国に神様と預言者の方々と神様の道に頑張って生きた人々にあつまって、一緒に永遠に生き続ける> を準備してくれたから。というメッセージも届いてるみたいな感じ。 ^_^
Selang beberapa hari kemudian, rombongan memutuskan untuk melaksanakan umroh yang kedua. Alhamdulillah, untuk yang kali ini, umroh terasa lebih bisa fokus dan khidmat dibandingkan kemarin, karena kondisi kemarin tubuh sedang capek2nya. Setelah umroh selesai, saya bergegas mencari sandal karena ada perasaan tidak enak. Dan benar saja, sandal saya hilang! Tidak mungkin...! Tidak mungkin ada yang berani mencuri walaupun sekedar sandal..... ini pasti ulah dari malaikat utusan Allah s.w.t untuk membalasku (mungkin), atau untuk mengujiku (bisa juga)... yang pasti tindakan selanjutnya harus dipirkan hati-hati (triiiing... megang gagang kacamata ala detektif nemu solusi) xp
数日後、うちのグループは二回目のウムロをすることにした。今回は前回のより集中できて、厳粛に行える。前回は着いたばかりなので、体がとても疲れてる状態だから。そして、ウムロが終わったら、モスクを出て、サンダルを探したら、なくなった!ヨクモ~こんな神聖なとこで、悪事をするなんて、、、あたしがどうでもいいけど、誘った神様の心を傷つかないでくれよ。
Akhirnya dengan beralaskan kaos kaki yang lumayan agak tebal, saya susuri jalanan dengan berlindung pada bayang-bayang gedung, sembari melihat-lihat barangkali ada yang jual sendal. Tapi sampai setengah jalan menuju hotel, tidak juga saya temukan orang jualan sendal. Saya coba nekat untuk lagi meskipun untuk yang jalan yang sisanya ini tidak ada bayang2 gedung tempat saya bernaung, sehingga tidak sampai satu menit akhirnya saya balik lagi karena kalau memaksakan, sampai di hotel nanti mungkin kaki ini sudah matang tinggal di kasih saus barbeque hehehe.... ホテルに着いたら、足がバーベキューになっちゃうからね :p ..... balik lagi menyusuri kios-kios di sekeliling jalan depan masjid. Tapi ternyata memang tidak ada yang jual, akhirnya saya putuskan saja untuk bertanya, "Do you sell shoes or sandals?", pada seorang penjaga toko peralatan mandi, barangkali saja dia jual sandal untuk mandi. "No, but..." ia berpikir sejenak "second floor." jawabnya sambil telunjuknya menunjuk ke atas. Oke lah kalau begitu langsung saja petualangan tanpa alas kaki ini berlanjut ke gedung lantai 2. Setelah agak lama berputar-putar, saya temukanlah Bin Dawood Supermarket, langsung cari sendal n` pilih yang termurah, 19 Riyal. Alhamdulillah...
Eh, ngga tau nya pemirsah, sandal ayah saya juga hilang hahaha... ayah anak senasib... tapi bow si ayah ini malah maksain jalan tanpa alas kaki ataupun kaos kaki dan subhanallaaah, penampakan kakinya jadi sangat mengaharukan gkgkgk. Untungnya di sekitar hotel banyak apotek, contohnya Bin Hassan Pharmacy yang menjual obat-obatan lengkap sampai kursi roda.
Ziarah ke Tempat Bersejarah
Jabal Rahmah
Jabal rahmah atau bukit kasih sayang adalah tempat dimana Adam a.s dan Hawa (ayah & ibu kita, manusia) bertemu di bumi setelah 200 tahun dipisahkan oleh Allah subhanahu wa ta`ala.
Jabal Tsuur
Jabal Tsuur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur. Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy.
Kala itu, tahun 622 Masehi, Rasulullah Muhammad SAW berniat hijrah ke Kota Madinah untuk mencari tempat penyebaran Islam yang lebih kondusif, dikarenakan tekanan, boikot, penderitaan dan penyerangan yang terus menerus dari kaum musyrikin kepada pengikut Nabi saw. Karena kaum kafir Quraisy yang tak menginginkan ajaran Muhammad menyebar ke luar Makkah, maka mereka melakukan pengejaran untuk menghalangi niat Rasulullah.
Dalam kondisi terdesak, Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam.
Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang ada telurnya yang menutupi jalan masuk ke gua. Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah. Dan mereka tertipu oleh logika yang selama ini mereka agung-agungkan.
Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: ””Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya.
Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya, ”Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SW ada bersama kita.”
Dulu, saat musim haji banyak jamaah yang berupaya naik ke Jabal Tsur dan melihat Gua Tsur. Namun, kondisi medan bukit yang terjal serta waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 2-3 jam untuk mencapai gua, membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan naik ke Jabal Tsur.
O ya temans, dikarenakan peristiwa di atas tersebut, maka di Mekkah ini ada satu tradisi yaitu "jika kau mempunyai rizki berlebih, sisihkanlah untuk membeli pakan burung merpati, karena mereka jualah yang telah melindungi Nabi saw", selain diberi makanan yang berlimpah, burung merpati disini juga sangat dihargai, tidak pernah diganggu, apalagi dibunuh. Dan tahukah teman satu pemandangan terindah di kota ini. Populasi burung merpati sangat banyak dan memadati jalan-jalan, sehingga ketika mereka serentak terbang bersama tepat sejengkal di atas kepala kita, it becomes a wonderful, fabulous and unforgettable scenery i ever seen!!! 素敵~。。。
**********
Saat sholat berjamaah di masjid adalah saat dimana kau akan melihat segala macam keberagaman menjadi bersatu padu. Wanita Indonesia dan Malaysia dengan mukena putihnya, wanita Arab dengan jubah hitam dari kepala sampai ke kakinya, wanita Turki dengan blazer atau semacam jas panjang dengan kerudung sparklingya, atau wanita India dengan seluruh pakaian penuh warnanya, meski saat shalat pakaian yang dipakai berbeda-beda (dikarenakan adat & budaya) namun semua menjadi satu dalam gerakan. Allahu Akbar, Engkaulah yang paling Agung Ya Allah... kami semua tunduk kepada-Mu, hanya kepada-Mu...
**********
Hidup di negara yang dikunjungi bermacam-macam suku bangsa seperti di Mekkah ini, ada saat dimana kesempatan untuk saling bertukar sapa ataupun bercengkerama tercipta. Meski bahasa Inggris yang dikuasai masing-masing kita bukan pada level yang mumpuni, tapi toh apa yang kita maksud bisa saling dipahami satu sama lain. Ada seorang paman dari Bangladesh, seorang kawan dari Pakistan, seorang bibi dari Malaysia, dan dua orang saudari dari Mongol (yang dengan kata-kata memang sama sekali tak bisa dipahami bahasanya, namun lewat isyarat bisa -karena hanya pinjam sejadah- hehe)... Dan satu lagi yang paling menyentuh hati adalah kejadian dengan seorang ibu dari Arab (sebenarnya ada sedikit perkara, sampai teman satu kelompok marah2 untuk saya, namun saya lebih memilih untuk mengalah) yang akhirnya saat saya kembali kesana si ibu tersebut mengelus kepala saya (kalau budaya Arab berarti tanda sayang katanya...). Ya Allah inilah bukti dari janjimu "bahwa amal baik itu akan Allah balas, bisa di dunia, bisa di akhirat". Tapi aku mohon juga balasan yang di akhiratnya Ya Allah, karena kasih Mu di akhirat berlipat ganda dari yang di dunia ^3^ これが神様の約束通りだ。ムハンマド預言者も保証したの。善行は神様に報われる。今の人生にも、この後の永遠の来世にも。来世の報酬は忘れないでね、神様。
Dikarenakan adat yang berbeda itulah, sering muncul ketidaksepahaman, salah pengertian, prasangka buruk dan kejadian yang tidak mengenakkan. But, if i thinking about that, whatever happened, i still find it funny! Sehingga hampir tiap hari saat berada di hotel, kami saling membicarakan hal-hal yang kami temui selama diluar, dan tertawa-tawa ketika mendengarkannya. Hahaha...
O ya, besok munggahan! Munggahan di Mekkah euy! Setiap melewati toko-toko di pinggiran jalan menuju Masjidil Harom saya selalu tergoda dengan aneka wangi makanan yang di jual disana, sehingga sebelum berpuasa saya pikir enak juga kalau nanti saya sepuas-puasnya beli jajanan, tapi kalau dipikir-pikir apa bedanya itu sama balas dendam pas Lebaran??? Puasa yang sudah atau akan dijalani jadi tidak ada artinya kan?
明日はロマドーン(ラマダン)の初日だ。断食をし始める日という意味。インドネシアでは最初の断食はムンガハンという。普通はムンガハンは田舎で行ってる。でも私、メッカで行う。なんか微妙に嬉しい。。。^o^
マスジディル.ハロムへ行く度、いつも道端に沿ってお店で販売されているスナックや食べ物などの香りに誘惑している。だから、ムンガハンが来る前に、食べ放題をしようと思った。けど、それってレバランの時に復讐するみたくて、断食の意味もなくなるんじゃないかと思うから、中止になった。
**********
Malam terakhir shalat di Masjidil Harom...
Sehari sebelum berpisah dengan kota Mekkah, bertolak menuju Madinah, saya baru sadar bahwa selama ini saya berada di lantai 13 kamar 03...
Madinah (マディーナ)
Sebenarnya banyak juga cerita yang saya alami disini, di kota Madinah, tapi mungkin lain kali kalau ada banyak waktu luang ya. Jadi untuk sementara saya hanya berbagi foto-fotonya saja. See you next time! ^.~
Umur dan rezeki adalah dua hal yang menjadikan 'kesempatan' itu ada, dan mumpung saya punya dua-duanya, saya tidak ingin kesempatan ini terlewat begitu saja (kadangkala, meski berharap seperti apapun, 'kesempatan kedua' tidak akan datang untuk selamanya). Inginnya semua biaya dan akomodasi dsb. full dilunasi dari tabungan sendiri, tapi apa daya akhirnya dibantuin sana-sini karena tabungan tidak mencukupi hehe.
Setelah kesana-kemari mengurus passport dan tiket dan sebagainya, akhirnya tinggal menunggu dua minggu lagi untuk berangkat. Tapi tiba-tiba di hari itu, Kepala Sekolah dimana ibu mengajar datang dan menyampaikan bahwa Permohonan Cuti ibu tidak di Acc. Jadi ibu tinggal milih apakah membatalkan umroh ataukah tetap umroh tapi dengan menanggung segala resikonya. Setelah perbincangan panjang lebar, ditetapkanlah keputusan bahwa ibu tidak berangkat umroh sekarang. "W...What's? 뭐라고? 何? jadi... apakah saya akan berangkat sendiri?" begitu reaksi dalam hati saya pertama kali. 「メッカへハジやウムロをしに行くには、誘われる人と時間は神様が決めた」と聞いたことあるから、tapi saya juga pernah dengar bahwa "pergi haji atau umroh itu, Allah yang menentukan siapa yang diundang dan kapan waktunya." jadi pasrah saja lah...
Setelah bergamang-gamang ria, ternyata saya beruntung karena ibu mengusulkan untuk diganti oleh ayah dan travel yang mengurusnya mengijinkan, dengan beberapa persyaratan. わ~はじめからいろいろあったな。(T-T) Persyaratan lumayan banyak dgn waktu deadline yg sempit. Tapi dengan meningkatkan ikhtiar & tawakkal (digembongi oleh ayah utk mengurus segalanya) akhirnya jadilah kami terbang ke Jeddah diiringi basmallah, Bismillaahirrohmaanirrohiim....
Makkah (メッカー)
「着いたんだ!着いちゃった。神様、ノックノック!私だよ。」と心が叫びながら飛行機の窓から貴石のような「King Abdul Aziz」の空港の明かりをわくわく見た。これを見せてくれたありがとう。パイロットと乗組員の皆さん、お疲れ様でした。"Aku sampai! aku sudah sampai. Ya Allah, tok tok! aku sudah datang", sambil melihat lampu-lampu di bandara King Abdul Aziz yang terlihat seperti berlian dari jendela pesawat, hatiku berteriak senang. Untuk semua pilot dan kru pesawat, terima kasih banyak. Then, father told me to don't forget to pray with "Du'a When Arrived at Destination" :
"O Allah, give us the good of this country and the good of its people and protect us from the evil from this country and the evil of its people and from the evils of whatever is in it".
Do'a saat tiba di tempat tujuan :
"Ya Allah kami mohon kepada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan segala yang ada di dalamnya. Dan kami berlindung pada-Mu dari kejahatan negeri ini dan kejahatan penduduknya serta segala kejahatan yang ada di dalamnya."
Waktu menunjukkan sekitar pukul 11 malam waktu setempat dan perjalanan langsung diteruskan dengan pelaksanaan umroh. Selesai umroh kami menuju hotel untuk istirahat.
***************
Dari Mekkah kami laporkan secara langsung. Saat ini pukul 10 pagi dan cuaca sangat cerah dengan suhu 51℃. Bagi pemirsa yang akan keluar dari rumah dipersilakan untuk mempersiapkan alat perangnya! (hehe kidding...) ini cuma permisalan aja. Tapi untuk yang 51℃ itu ngga bohong loch pemirsa. Saat ini Arab sedang mengalami musim panas, seperti yang kita ketahui, daerah gurun itu kalau panas akan sangat panaaas sekali, kalau dingin bisa membekukan. Karena tiba disini ketika malam, lalu istirahat dan baru keluar saat matahari sedang garang2nya. Jadilah, begitu keluar, Ahh.... kulit tersengat seperti terbakar, wajah terasa kering, mata serasa udah meleleh (hehehe lebay.com), karena disini hawa dan anginnya mengandung panas, jadi ya cairan tubuh seperti airmata (air yang melapisi mata) juga langsung menguap sehingga mata terasa perih. Untuk kulit, padahal sudah pakai lotion, tapi ternyata tidak terlalu berpengaruh. (Alat perang saat musim panas : lotion, kacamata hitam, masker penutup hidung). 外へ出ると、肌が燃えて、顔がしわくちゃで、目が溶けちゃう気がするほど厚い。ボディーローションを使ったのに影響がなかなかないんだ。で、マスジディル.ハロームの縁側に着いたら、まず~い、ますます目が開けない。 <サングラスを売っている店はどこだ? 笑>。床が白いだから、たまらないほどまぶしくなるんだよ。神様、これも見せてくれて、この季節に誘ってくれてありがとうございます。これはきっと、あなたからのメッセージ。地獄はこれより何千倍厚い、罰はこれより苦しいこと。ツミをしないように、この暑さを覚えなきゃ。
Lalu, kami meneruskan perjalanan menuju Masjidil Harom untuk sholat Zuhur, sesampainya di halaman Masjid, dziiiiiing.... maasyaa Allah...... mata semakin tidak bisa terbuka... <yang jual kacamata item dimanaa.....? hehhe..> Lantai halaman masjid berwarna putih sehingga cahaya yang terpantul benar2 poll. Ya Allah, terima kasih untuk memperlihatkanku akan ini, terima kasih sudah mengundangku di musim ini. "Neraka adalah beribu kali lipat panasnya dari ini, jadi jika ingin berbuat dosa, ingatlah akan panas yang kau rasakan saat ini", mungkin ini pesan yang ingin Kau sampaikan padaku. Dan, begitu kami memasuki pintu masjid, angin sejuk bersliweran mengobati rasa susah di hati. Alhamdulillah. Again...this is Your message to us, to don't feel burdened, tired, indolent and lazy when we do Your commands. B'coz You have prepared the best presents ever, to who firmly walk on Your path.
そして、モスクのドアを通ると、エアコンから、とってもとっても涼しくて、気持ちいい風が吹いてる。また。。。私たちはあなたの道を通ることには、迷惑かけるとか、面倒くさく感じないで、誠実な心を持って、命令を実施することだ。神様は何より良くて、これより気持ちいいプレゼント <天国に神様と預言者の方々と神様の道に頑張って生きた人々にあつまって、一緒に永遠に生き続ける> を準備してくれたから。というメッセージも届いてるみたいな感じ。 ^_^
![]() |
| Masjidil Harom 'bout 01.00 PM. Trust me, you need sun glasses here! |
![]() |
| Masjidil Harom 'bout 05.00 PM. Memang sudah lumayan sejuk, tapi sampai malam tiba pun panasnya masih 2 kali lipat dari Jakarta. ちょっと涼しくなったけど、夜になっても温度はジャカルタの二倍だ。 |
![]() |
| Ka'bah, Masjidil Harom 'bout 08.00 AM. 毎日毎日お祈りをするとき向かう場所にやっと来たんだ |
Selang beberapa hari kemudian, rombongan memutuskan untuk melaksanakan umroh yang kedua. Alhamdulillah, untuk yang kali ini, umroh terasa lebih bisa fokus dan khidmat dibandingkan kemarin, karena kondisi kemarin tubuh sedang capek2nya. Setelah umroh selesai, saya bergegas mencari sandal karena ada perasaan tidak enak. Dan benar saja, sandal saya hilang! Tidak mungkin...! Tidak mungkin ada yang berani mencuri walaupun sekedar sandal..... ini pasti ulah dari malaikat utusan Allah s.w.t untuk membalasku (mungkin), atau untuk mengujiku (bisa juga)... yang pasti tindakan selanjutnya harus dipirkan hati-hati (triiiing... megang gagang kacamata ala detektif nemu solusi) xp
数日後、うちのグループは二回目のウムロをすることにした。今回は前回のより集中できて、厳粛に行える。前回は着いたばかりなので、体がとても疲れてる状態だから。そして、ウムロが終わったら、モスクを出て、サンダルを探したら、なくなった!ヨクモ~こんな神聖なとこで、悪事をするなんて、、、あたしがどうでもいいけど、誘った神様の心を傷つかないでくれよ。
Akhirnya dengan beralaskan kaos kaki yang lumayan agak tebal, saya susuri jalanan dengan berlindung pada bayang-bayang gedung, sembari melihat-lihat barangkali ada yang jual sendal. Tapi sampai setengah jalan menuju hotel, tidak juga saya temukan orang jualan sendal. Saya coba nekat untuk lagi meskipun untuk yang jalan yang sisanya ini tidak ada bayang2 gedung tempat saya bernaung, sehingga tidak sampai satu menit akhirnya saya balik lagi karena kalau memaksakan, sampai di hotel nanti mungkin kaki ini sudah matang tinggal di kasih saus barbeque hehehe.... ホテルに着いたら、足がバーベキューになっちゃうからね :p ..... balik lagi menyusuri kios-kios di sekeliling jalan depan masjid. Tapi ternyata memang tidak ada yang jual, akhirnya saya putuskan saja untuk bertanya, "Do you sell shoes or sandals?", pada seorang penjaga toko peralatan mandi, barangkali saja dia jual sandal untuk mandi. "No, but..." ia berpikir sejenak "second floor." jawabnya sambil telunjuknya menunjuk ke atas. Oke lah kalau begitu langsung saja petualangan tanpa alas kaki ini berlanjut ke gedung lantai 2. Setelah agak lama berputar-putar, saya temukanlah Bin Dawood Supermarket, langsung cari sendal n` pilih yang termurah, 19 Riyal. Alhamdulillah...
Eh, ngga tau nya pemirsah, sandal ayah saya juga hilang hahaha... ayah anak senasib... tapi bow si ayah ini malah maksain jalan tanpa alas kaki ataupun kaos kaki dan subhanallaaah, penampakan kakinya jadi sangat mengaharukan gkgkgk. Untungnya di sekitar hotel banyak apotek, contohnya Bin Hassan Pharmacy yang menjual obat-obatan lengkap sampai kursi roda.
Ziarah ke Tempat Bersejarah
Jabal Rahmah
Jabal rahmah atau bukit kasih sayang adalah tempat dimana Adam a.s dan Hawa (ayah & ibu kita, manusia) bertemu di bumi setelah 200 tahun dipisahkan oleh Allah subhanahu wa ta`ala.
![]() |
| Jabal Rahmah (愛の丘)、アダムとハワ(人間の両親)が出会う場所 アダムは最初に作成された人間、それと、神様の初代目の預言者 |
| Pemandangan dari atas Jabal Rahmah ジャバル.ラフマーの上から見える景色 |
Jabal Tsuur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur. Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy.
Kala itu, tahun 622 Masehi, Rasulullah Muhammad SAW berniat hijrah ke Kota Madinah untuk mencari tempat penyebaran Islam yang lebih kondusif, dikarenakan tekanan, boikot, penderitaan dan penyerangan yang terus menerus dari kaum musyrikin kepada pengikut Nabi saw. Karena kaum kafir Quraisy yang tak menginginkan ajaran Muhammad menyebar ke luar Makkah, maka mereka melakukan pengejaran untuk menghalangi niat Rasulullah.
Dalam kondisi terdesak, Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam.
Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang ada telurnya yang menutupi jalan masuk ke gua. Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah. Dan mereka tertipu oleh logika yang selama ini mereka agung-agungkan.
Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: ””Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya.
Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya, ”Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SW ada bersama kita.”
Dulu, saat musim haji banyak jamaah yang berupaya naik ke Jabal Tsur dan melihat Gua Tsur. Namun, kondisi medan bukit yang terjal serta waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 2-3 jam untuk mencapai gua, membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan naik ke Jabal Tsur.
| Jabal Tsuur (ツールの丘)25代目の預言者、うちらの時代の預言者、ムハンマド(SAW)と仲間のアブーバカル(a.s)の敵が殺しに探すときの隠蔽場所 |
**********
**********
Hidup di negara yang dikunjungi bermacam-macam suku bangsa seperti di Mekkah ini, ada saat dimana kesempatan untuk saling bertukar sapa ataupun bercengkerama tercipta. Meski bahasa Inggris yang dikuasai masing-masing kita bukan pada level yang mumpuni, tapi toh apa yang kita maksud bisa saling dipahami satu sama lain. Ada seorang paman dari Bangladesh, seorang kawan dari Pakistan, seorang bibi dari Malaysia, dan dua orang saudari dari Mongol (yang dengan kata-kata memang sama sekali tak bisa dipahami bahasanya, namun lewat isyarat bisa -karena hanya pinjam sejadah- hehe)... Dan satu lagi yang paling menyentuh hati adalah kejadian dengan seorang ibu dari Arab (sebenarnya ada sedikit perkara, sampai teman satu kelompok marah2 untuk saya, namun saya lebih memilih untuk mengalah) yang akhirnya saat saya kembali kesana si ibu tersebut mengelus kepala saya (kalau budaya Arab berarti tanda sayang katanya...). Ya Allah inilah bukti dari janjimu "bahwa amal baik itu akan Allah balas, bisa di dunia, bisa di akhirat". Tapi aku mohon juga balasan yang di akhiratnya Ya Allah, karena kasih Mu di akhirat berlipat ganda dari yang di dunia ^3^ これが神様の約束通りだ。ムハンマド預言者も保証したの。善行は神様に報われる。今の人生にも、この後の永遠の来世にも。来世の報酬は忘れないでね、神様。
Dikarenakan adat yang berbeda itulah, sering muncul ketidaksepahaman, salah pengertian, prasangka buruk dan kejadian yang tidak mengenakkan. But, if i thinking about that, whatever happened, i still find it funny! Sehingga hampir tiap hari saat berada di hotel, kami saling membicarakan hal-hal yang kami temui selama diluar, dan tertawa-tawa ketika mendengarkannya. Hahaha...
O ya, besok munggahan! Munggahan di Mekkah euy! Setiap melewati toko-toko di pinggiran jalan menuju Masjidil Harom saya selalu tergoda dengan aneka wangi makanan yang di jual disana, sehingga sebelum berpuasa saya pikir enak juga kalau nanti saya sepuas-puasnya beli jajanan, tapi kalau dipikir-pikir apa bedanya itu sama balas dendam pas Lebaran??? Puasa yang sudah atau akan dijalani jadi tidak ada artinya kan?
明日はロマドーン(ラマダン)の初日だ。断食をし始める日という意味。インドネシアでは最初の断食はムンガハンという。普通はムンガハンは田舎で行ってる。でも私、メッカで行う。なんか微妙に嬉しい。。。^o^
マスジディル.ハロムへ行く度、いつも道端に沿ってお店で販売されているスナックや食べ物などの香りに誘惑している。だから、ムンガハンが来る前に、食べ放題をしようと思った。けど、それってレバランの時に復讐するみたくて、断食の意味もなくなるんじゃないかと思うから、中止になった。
**********
Malam terakhir shalat di Masjidil Harom...
![]() |
| Hotel Zam-Zam. Hotel Super Giant yang ada di depan Masjidil Harom スーパージャイアントホテル、ハロムのモスクの前のザムザムホテル |
![]() |
| Setelah melaksanakan Towaf Wada / Towaf Perpisahan お別れのトワフをした後 |
| Apakah ini? これはなんでしょうか? |
Madinah (マディーナ)
Sebenarnya banyak juga cerita yang saya alami disini, di kota Madinah, tapi mungkin lain kali kalau ada banyak waktu luang ya. Jadi untuk sementara saya hanya berbagi foto-fotonya saja. See you next time! ^.~
| Post pemanah saat Perang Uhud ウフッド戦争のアーチャー軍隊の場所 |
![]() |
| Makam syuhada yang meninggal pada Perang Uhud ウフッド戦争のシュハダー(戦争に死亡した英雄)のお墓 |
![]() |
| hmm...kaya`nya enak nich untuk berbuka... |
| Cokelat dan Kurma Rooftop kesukaan |
| sholat Zuhur di Masjid Terapung, Jeddah |
![]() |
| Di depan Masjid Terapung dan Laut Merah |
Subscribe to:
Comments (Atom)








