Sunday, June 24, 2012 | By: nunu gongjunim

When Nations Meet Art

     Membuat sebuah karya kaligrafi bagi orang yang memang menggunakan bahasa Arab atau orang yang belajar bahasa Arab adalah hal yang biasa. Namun jika kaligrafi dibuat oleh seseorang dari latarbelakang budaya yang sangat berbeda seperti Negeri Matahari Terbit ini pasti akan membuat banyak orang berdecak kagum.
 



     Karya di atas adalah hasil buah karya seorang warga berkebangsaan Jepang yang dulunya sangat tidak menyukai huruf-huruf Arab. Master Fuad Kouichi Honda, seorang professor fakultas Hubungan Internasional di Daito Bunka University. 40 tahun yang lalu, tahun 1969 beliau lulus dari Tokyo University of Foreign Studies. "Saya memutuskan untuk tidak akan lagi membuka buku bahasa Arab. Saya benci bahasa Arab; saya benci profesor-profesornya. Mereka hanya mengajarkan grammar (tata bahasa); membaca novel berbahasa Arab adalah hal yang mustahil!".
    
     Namun, dalam lima tahun pada pekerjaan pertamanya, dengan skill yang belum bisa dibilang sempurna, ia mendapatkan sebuah kiriman di Arab Saudi. Disanalah, ada perbedaan antara bahasa Arab sehari-hari dan klasik. Pelajaran menulis bahasa Arab membuatnya menemui jalan buntu. Tapi dia memiliki keingintahuan dan ketekunan yang tinggi.
       
     “Setiap hari saya pergi ke suq (pasar) dan berkomunikasi dengan orang local. “Maaf, ini apa? Lalu saya masukkan semua kosakata ke dalam tulisan katakana, huruf Jepang. Saya mempercayai bahwa guru saya sesungguhnya adalah masyarakat biasa seperti sopir dan kasir.”

     Master Honda kemudian membuktikan keahliannya dengan dipilihnya ia menjadi team leader dalam survey sumber air oleh Saudi Ministry of Potroleum (Kementrian Minyak Saudi). Tiga tahun selanjutnya ia habiskan di gurun padang pasir, yang menjadikannya mempunyai banyak teman dari suku Badui. “Saya menjadi sensitive terhadap perubahan alam”. 

     “Ketika saya melihat daerah padang pasir Rub’ al-Kholi (kuartal kosong) di bagian selatang Semenanjung Arab, saya terkesima oleh keindahan dari gerakan padang pasir, aliran yang natural dari bukit pasir, seperti sesuatu yang hidup. Saya melihat kaki saya. Sebuah cetakan indah yang dibuat oleh gerakan angin terbentuk seperti sidik jari. Saya pikir mereka sangat mirip dengan gerakan kaligrafi Arab dan huruf Arab. Sehingga saat saya kembali, memori yang nyata tersimpan dalam benak saya, khususnya keindahan pemandangan di gurun. Keindahan bukit pasir dan kaligrafi bersatu dalam diri saya”.

     Segera setelah kembali, tahun 1979, Master Honda memeluk Islam dan mengambil nama Islam “Fuad” yang artinya “Heart”. Beliau mengajarkan bahasa Arab dan belajar Kaligrafi Arab. Di akhir tahun 1980 dan awal 1990 beliau mulai berkarya di kancah dunia kaligrafi.   


Di studionya, Master Honda memajang beberapa karyanya yang berukuran besar dan penuh warna yang mengantarkannya menjadi pemenang dalam kompetisi Internasional.

    By Kobayashi Manami, salah satu anggota di Japan Arabic Calligraphy Association
    
     Kunci dari kesuksesan adalah keteguhan dan kerja keras dalam menjalani apa yang kamu lakukan. Kesulitan, halangan dan rintangan juga rasa bosan jangan dijadikan alasan untuk kita berhenti. Tetap semangat kawand. Raih apa yang menjadi impianmu!



0 comments:

Post a Comment