Membuat sebuah
karya kaligrafi bagi orang yang memang menggunakan bahasa Arab atau orang yang
belajar bahasa Arab adalah hal yang biasa. Namun jika kaligrafi dibuat oleh
seseorang dari latarbelakang budaya yang sangat berbeda seperti Negeri Matahari
Terbit ini pasti akan membuat banyak orang berdecak kagum.
Karya di atas adalah hasil buah karya
seorang warga berkebangsaan Jepang yang dulunya sangat tidak menyukai
huruf-huruf Arab. Master Fuad Kouichi Honda, seorang professor fakultas
Hubungan Internasional di Daito Bunka University. 40 tahun yang lalu, tahun
1969 beliau lulus dari Tokyo University of Foreign Studies. "Saya memutuskan untuk tidak akan lagi membuka buku bahasa Arab. Saya benci bahasa Arab; saya benci profesor-profesornya. Mereka hanya mengajarkan grammar (tata bahasa); membaca novel berbahasa Arab adalah hal yang mustahil!".
Namun, dalam lima
tahun pada pekerjaan pertamanya, dengan skill yang belum bisa dibilang
sempurna, ia mendapatkan sebuah kiriman di Arab Saudi. Disanalah, ada perbedaan
antara bahasa Arab sehari-hari dan klasik. Pelajaran menulis bahasa Arab
membuatnya menemui jalan buntu. Tapi dia memiliki keingintahuan dan ketekunan
yang tinggi.
“Setiap hari saya
pergi ke suq (pasar) dan berkomunikasi dengan orang local. “Maaf, ini apa? Lalu
saya masukkan semua kosakata ke dalam tulisan katakana, huruf Jepang. Saya
mempercayai bahwa guru saya sesungguhnya adalah masyarakat biasa seperti sopir
dan kasir.”
Master Honda
kemudian membuktikan keahliannya dengan dipilihnya ia menjadi team leader dalam
survey sumber air oleh Saudi Ministry of Potroleum (Kementrian Minyak Saudi).
Tiga tahun selanjutnya ia habiskan di gurun padang pasir, yang menjadikannya
mempunyai banyak teman dari suku Badui. “Saya menjadi sensitive terhadap
perubahan alam”.
“Ketika saya
melihat daerah padang pasir Rub’ al-Kholi (kuartal kosong) di bagian selatang
Semenanjung Arab, saya terkesima oleh keindahan dari gerakan padang pasir,
aliran yang natural dari bukit pasir, seperti sesuatu yang hidup. Saya melihat
kaki saya. Sebuah cetakan indah yang dibuat oleh gerakan angin terbentuk
seperti sidik jari. Saya pikir mereka sangat mirip dengan gerakan kaligrafi
Arab dan huruf Arab. Sehingga saat saya kembali, memori yang nyata tersimpan
dalam benak saya, khususnya keindahan pemandangan di gurun. Keindahan bukit
pasir dan kaligrafi bersatu dalam diri saya”.
Segera setelah
kembali, tahun 1979, Master Honda memeluk Islam dan mengambil nama Islam “Fuad”
yang artinya “Heart”. Beliau mengajarkan bahasa Arab dan belajar Kaligrafi
Arab. Di akhir tahun 1980 dan awal 1990 beliau mulai berkarya di kancah dunia
kaligrafi.
![]() |
| Di studionya, Master Honda memajang beberapa karyanya yang berukuran besar dan penuh warna yang mengantarkannya menjadi pemenang dalam kompetisi Internasional. |
![]() |
| By Kobayashi Manami, salah satu anggota di Japan Arabic Calligraphy Association |
Kunci dari
kesuksesan adalah keteguhan dan kerja keras dalam menjalani apa yang kamu lakukan. Kesulitan,
halangan dan rintangan juga rasa bosan jangan dijadikan alasan untuk kita
berhenti. Tetap semangat kawand. Raih apa yang menjadi impianmu!
Biografi Master Honda selengkapnya di :
(japanese) http://www.jaca2006.org/%E6%9C%AC%E7%94%B0%E5%AD%9D%E4%B8%80%E4%BC%9A%E9%95%B7%E6%83%85%E5%A0%B1/






0 comments:
Post a Comment