Kemarin malam, sambil beristirahat
ditemani secangkir cappucinno, iseng-iseng saya baca sebuah buku yang beberapa waktu lalu saya beli,
judulnya “Cinta Dalam Sepotong
Kepala Ikan”. Buku ini berisi
kumpulan macam-macam cerita hikmah. Ketika saya buka lembar pertama, tertulis
sebuah kata “Orang paling buruk di
antara kamu adalah orang yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara
kamu adalah orang yang membujang, sabda Rosul saw”#jgeer...
lalu, “Jika umurku tinggal
sepuluh hari lagi, sungguh aku akan langsung menikah daripada aku harus menemui
Allah swt. dalam keadaan bujangan”,
kata Ibnu Mas’ud ra. #dziiigh... Anas
bin Malik ra telah berkata, telah bersabda Rosulullah saw, “Barangsiapa
menikah, maka ia telah melengkapi separuh agamanya. Dan hendaklah ia bertakwa
kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”
#hmm... berarti imanku yang sekarang ini masih kopong setengahnya dunk...
Tapi tentu saja hadits ini ditujukan bagi orang yang sudah mampu dan siap untuk menikah, apabila belum mampu maka belum ada kewajiban atasnya bukan? Untuk yang belum mampu dan siap, maka harus terus membekali diri dan memantaskan diri (minjem istilahnya ustadz Felix) agar nanti rumah tangga yang dijalani menjadi berkah. Tapi sebelum itu, ada hal penting lain yang harus dilakukan. Sudahkah kita berbakti dan membahagiakan orang tua kita?
Tapi tentu saja hadits ini ditujukan bagi orang yang sudah mampu dan siap untuk menikah, apabila belum mampu maka belum ada kewajiban atasnya bukan? Untuk yang belum mampu dan siap, maka harus terus membekali diri dan memantaskan diri (minjem istilahnya ustadz Felix) agar nanti rumah tangga yang dijalani menjadi berkah. Tapi sebelum itu, ada hal penting lain yang harus dilakukan. Sudahkah kita berbakti dan membahagiakan orang tua kita?
![]() |

0 comments:
Post a Comment